Selamat pagi Tuhan,Perlukah aku mengeluh?...bahkan ketika semua rencana spektakulerku berantakan, aku tidak berani mengeluh,
Karena aku merasa mengeluh berarti menggugat, meragukan, bahkan mungkin mencelaMU sang penyedia.
Aku juga ndak berani meminta Engkau mengabulkan permohonanku yang terkesan klise dibandingkan permohonan bu Ratni si penjual jamu agar sulung yg keterbelakangan mental dan bungsu yg Hidrosepalus bisa sembuh, atau juga doa Neneng si piatu yg minta agar bapaknya berhenti mabuk, menyiksa dan menidurinya, belum lagi doa mas jarwo yg kuntet,pincang dan pengangguran yang ingin segera bertemu jodoh. Kalo ingat mereka rasanya doa permohonanku untuk bisa dapat kehidupan lebih baik kok terkesan egois.
Tidak Tuhan... aku tidak sedang mengeluh, walaupun aku bisa saja memakai dalih 'aku kan manusia biasa' atau 'tapi ini sudah keterlaluan'. Karena aku bisa malu pada mas Darma yang buta tapi selalu bilang 'kalo aku bisa melihat, mungkin aku sudah jadi orang yang serakah' atau pada pak Ahmad yang kehilangan semua harta dan keluarganya krn tsunami tapi sekarang sudah punya bedak di pasar besar 'kehilangan membuat saya lebih menghargai yang sekarang masih saya miliki', begitu katanya.
Yah..beginilah Tuhan, akhirnya saya tidak jadi mengeluh, pun meminta doa saya dikabulkan. Kabulkan dulu doa-doa bu Ratni, Neneng, mas Jarwo ato siapa saja yang lebih penting dan mendesak...kasian mereka,... aku??? Aku akan menikmati yang ada dulu deh. Aku akan baik-baik saja kok. Selama aku masih bisa curhat padaMU...Aku pasti bisa bertahan. Amin.
"Nimas...!!! Ngapain aja to dikamar? Dasar anak gemblung, makanya kok gak laku2. Anak perempuan kok tidur mlulu kerjanya. Mending kalo cantik... muka pas2an, males, ga pernah sekolah gitu, siapa yang mau? ayo cepet mandi! ke pasar, jual singkongnya, ndak ada lauk hari ini, enak aja kamu nunut dirumah bude cuma mau makan, bla...bla...bla..."
'duh gusti....... Hhhmmppfff... Tenang saja, seperti janjiku, aku tidak akan mengeluh, toh bude memang sudah berbaik hati mau menampungku, sejak bapak dan ibu meninggal. Tuhan, temani aku..aku mau ke pasar'
No comments:
Post a Comment